Kami akan menjelaskan alur produksi konveksi tas yang biasanya kami lakukan. Proses ini melibatkan beberapa tahapan utama mulai dari desain hingga produk akhir.
🛍️ Alur Produksi Konveksi Tas
Berikut adalah langkah-langkah utama dalam proses produksi tas di konveksi:
1. Perencanaan dan Desain (Pre-Production)
Ini adalah tahap awal di mana ide diubah menjadi spesifikasi teknis.
Menerima detail pesanan dari klien biasanya mulai dari design atau model yang mudah sampai tingkat kesulitan yang cukup rumit, bahan, jumlah dan deadline
Pembuatan Desain: Merancang visual tas, termasuk penentuan model, dimensi, detail, dan fitur (seperti saku, resleting, handle, dll.).
Pemilihan Material: Menentukan dan mencari bahan baku utama (misalnya, dinir 300, dinir 600,kanvas, kulit sintetis), bahan pelapis atau umum kita kenal lapis furing dibagian tas, dan aksesoris (seperti resleting, gesper, label, dan benang).
Pembuatan Pola (Pattern Making): Menerjemahkan desain 2D menjadi pola ukuran sebenarnya untuk setiap bagian tas.
2. Produksi Sampel (Sampling)
Tahap ini penting untuk validasi sebelum produksi massal.
Pola dikarton yang telah dibuat digunakan untuk memotong dan menjahit satu unit sampel tas secara lengkap.
Evaluasi dan Revisi setelah tas tersebut di kirim ke klient: Sampel diuji dan diperiksa kualitasnya oleh klien atau tim internal. Jika ada kekurangan atau perubahan yang diinginkan, pola dan spesifikasi akan direvisi.
Persetujuan Sampel (Approval): Setelah sampel disetujui, ini akan menjadi standar kualitas dan acuan utama untuk produksi massal.
3. Persiapan Produksi Massal
Pengadaan Material: Membeli semua material yang sudah disetujui dalam jumlah yang dibutuhkan.
Penandaan dan Penumpukan Bahan : Bahan digelar di meja potong atau di lantai ini tergantung dari konveksi tasnya dalam lapisan-lapisan (spreading) dan diberi tanda sesuai pola (marking).
Pemotongan (Cutting): Bahan dipotong sesuai pola menggunakan alat potong khusus untuk menghasilkan komponen-komponen tas.
Komponen-komponen yang telah dipotong mulai dari badan depan, badan pinggir,bagian mulut dll diberi nomor untuk mempermudah proses penjahitan dan memastikan semua bagian tas lengkap.
4. Proses Penjahitan (Sewing/Assembly)
Ini adalah inti dari produksi.
Penyortiran dan Persiapan Awal: Bagian-bagian kecil (*seperti saku, tali, dan handle) dijahit terlebih dahulu.
Penjahitan Utama (Assembly): Bagian-bagian tas disatukan secara berurutan, biasanya melalui lini produksi di mana setiap operator bertanggung jawab atas satu langkah penjahitan tertentu
Pemasangan Aksesori: Pemasangan label, logo, dan aksesoris keras (seperti kew²,ring slot dl)
5. Finishing dan Kontrol Kualitas (Finishing & Quality Control)
Pembersihan: Tas dibersihkan dari sisa-sisa benang, marking kapur, atau kotoran ringan.
Inspeksi Kualitas (Quality Control/QC): Setiap tas diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada cacat jahitan, material, atau pemasangan aksesoris, dan sesuai dengan standar sampel yang disetujui.
Pengepakan (Packaging): Tas yang lolos QC diberi isian, dikemas (misalnya, dibungkus plastik individual), dan dimasukkan ke dalam kardus besar.
6. Pengiriman (Delivery)
Administrasi: Menyelesaikan dokumen pengiriman dan faktur.
Distribusi: Barang siap diangkut dan dikirim ke klien atau gudang penjualan.
Proses ini dapat bervariasi tergantung ukuran konveksi dan kompleksitas desain tas, teta
pi tahapan utamanya tetap konsisten.



